Pengertian OSI Layer
Open System Interconnection atau OSI adalah model referensi yang diciptakan dari sebuah kerangka yang bersifat konseptual. Namun, saat ini telah berkembang dan menjadi sebuah standarisasi khusus berkaitan dengan koneksi komputer.
Tujuan dari pembuatan OSI Layer adalah menjadi model rujukan bagi setiap vendor atau developer sehingga produk atau perangkat lunak yang dibuat memiliki sifat interpolate. Yang berarti, user dapat melakukan kerja sama dengan produk atau sistem tanpa perlu melakukan penanganan secara khusus atau special.
Fungsi OSI Layer
Pengembangan konsep lapisan OSI sebenarnya ditujukan untuk memungkinkan pembuat PC, jaringan, dan pengembang perangkat lunak guna membuat produk yang dapat mereka sambungkan tanpa adanya usaha tambahan. Dalam prosesnya, pembuat PC dan pengembang jaringan Internet tidak mempraktikkan protokol model tingkat OSI secara default. Alasannya adalah tidak semua proses komunikasi memerlukan langkah-langkah lapisan OSI karena protokol yang lebih sederhana dapat digunakan.
Lapisan OSI bekerja melalui prosedur sekuensial 7 lapisan. Jika Anda tidak memiliki akses internet di laptop Anda, itu berarti Anda mungkin memiliki masalah di setiap tingkat prosedur. Konsep tingkat OSI menyederhanakan proses menemukan titik jatuh awal, sehingga mengurangi waktu yang diperlukan untuk melacak masalah jaringan. Ini membuat pemecahan masalah jaringan lebih mudah dan lebih cepat.
Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing lapisan dalam model OSI:
1. Lapisan Fisik (Physical Layer):
Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur transmisi bit-bit data melalui media fisik seperti kabel, serat optik, atau gelombang radio. Fungsi utamanya adalah mengubah bit-bit data menjadi sinyal fisik yang dapat dikirim melalui media transmisi.
2. Lapisan Data Link (Data Link Layer):
Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur aliran data antara dua node yang terhubung secara langsung. Fungsi utamanya adalah memastikan pengiriman data yang andal dan bebas dari kesalahan dengan menggunakan teknik seperti deteksi dan koreksi kesalahan.
3. Lapisan Jaringan (Network Layer):
Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur pengiriman paket data melalui jaringan yang terdiri dari beberapa node. Fungsi utamanya adalah menentukan rute terbaik untuk mengirim paket data dari sumber ke tujuan, serta mengelola alamat IP dan protokol routing.
4. Lapisan Transport (Transport Layer):
Lapisan ini bertanggung jawab untuk memastikan pengiriman data yang andal dan teratur antara dua host yang berkomunikasi. Fungsi utamanya adalah membagi data menjadi segmen-segmen yang lebih kecil, mengatur pengiriman segmen-segmen tersebut, dan memastikan pengiriman yang terjamin.
5. Lapisan Sesi (Session Layer):
Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur dan mengendalikan sesi komunikasi antara dua aplikasi yang berkomunikasi. Fungsi utamanya adalah memulai, mengelola, dan mengakhiri sesi komunikasi, serta mengatur mekanisme sinkronisasi dan pemulihan sesi.
6. Lapisan Presentasi (Presentation Layer):
Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur format data yang dikirimkan antara aplikasi yang berkomunikasi. Fungsi utamanya adalah mengubah format data yang dipahami oleh aplikasi menjadi format yang dapat dikirim melalui jaringan, serta melakukan enkripsi, dekripsi, kompresi, dan dekompresi data.
7. Lapisan Aplikasi (Application Layer):
Lapisan ini merupakan lapisan teratas dalam model OSI dan bertanggung jawab untuk menyediakan layanan komunikasi kepada pengguna akhir. Fungsi utamanya adalah menyediakan antarmuka untuk aplikasi pengguna, seperti protokol HTTP untuk web browsing atau protokol SMTP untuk pengiriman email.
Dengan adanya model OSI, komunikasi antara perangkat-perangkat dalam jaringan dapat diatur dan dipahami dengan lebih baik, serta memungkinkan interoperabilitas antara perangkat dan aplikasi yang berbeda.